
BENGKULU TENGAH – Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M., melakukan pengecekan langsung ke SDN 39 Bengkulu Tengah, Kamis (1/10/2026), menyusul viralnya informasi di media sosial terkait dugaan perusakan dan pencurian di lingkungan sekolah tersebut.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah melalui akun Instagram @delonix_regiaaa dan mendapat perhatian masyarakat. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mendengarkan langsung keterangan dari pihak sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bengkulu Tengah didampingi Kasat Intelkam, Kapolsek Taba Penanjung, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah serta staf bidang SD.
Berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan pihak sekolah, peristiwa bermula pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat hujan, sejumlah siswa bermain bola di lingkungan sekolah dan kemudian membersihkan badan yang kotor dengan mengelapkannya pada lantai, dinding, serta kaca sekolah sehingga meninggalkan kotoran pada beberapa bagian bangunan.
Setelah kondisi tersebut diketahui, pihak sekolah memanggil orang tua siswa dan melakukan penyelesaian bersama. Pada Rabu (30/9/2026), pihak sekolah bersama kepala desa dan orang tua siswa melaksanakan mediasi. Dalam pertemuan tersebut disepakati penyelesaian secara kekeluargaan, dengan orang tua siswa bertanggung jawab melakukan pengecatan kembali pada bagian dinding sekolah yang terdampak.
Sementara terkait informasi pencurian, pihak sekolah menjelaskan bahwa kehilangan mesin air memang pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya, namun peristiwa tersebut tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Setelah dilakukan klarifikasi, unggahan awal tersebut telah dihapus dan akun terkait kemudian menyampaikan klarifikasi bahwa persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan kepada semua pihak .

Kapolres Bengkulu Tengah menegaskan bahwa permasalahan yang menjadi perhatian masyarakat tersebut telah selesai dan tidak berlanjut.
“Kami datang langsung untuk memastikan kondisi di lapangan dan mendengarkan keterangan dari pihak sekolah. Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, persoalan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kami mengedepankan komunikasi dan penyelesaian yang humanis, serta memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi para siswa,” ujar AKBP Yanu Rihardi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dan peduli terhadap lingkungan pendidikan. Apabila masih terdapat kekurangan dalam proses pengecatan, kami akan membantu sesuai kemampuan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kapolres juga menyempatkan diri bertatap muka dengan para siswa dan memberikan kuis hafalan Pancasila. Para siswa yang mampu menghafalkan Pancasila diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Bengkulu Tengah dalam merespons informasi yang berkembang di masyarakat secara langsung, dengan mengedepankan klarifikasi, penyelesaian secara humanis, serta membangun komunikasi positif dengan pihak sekolah dan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Leave a Reply