ARGA MAKMUR – Polres Bengkulu Utara terus mengintensifkan pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Hingga Rabu (21/1/2026), hasil pemantauan menunjukkan harga dan pasokan beras di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara masih terjaga dan kondusif.
Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bengkulu Utara dengan menyasar sejumlah pasar tradisional serta distributor beras di wilayah Arga Makmur. Petugas turun langsung ke lapangan untuk mengecek harga jual, stok, serta kelancaran distribusi beras kepada masyarakat.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu Utara, IPDA Derik Dwi Saputra, S.H., menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan terbaru, belum ditemukan adanya lonjakan harga maupun indikasi kelangkaan beras di pasaran.
“Secara umum, harga beras masih stabil dan berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Stok di tingkat pedagang dan distributor juga mencukupi,” ungkap IPDA Derik.
Adapun harga beras yang terpantau di lapangan saat ini, yakni beras SPHP berkisar Rp12.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras premium sekitar Rp14.900 per kilogram.
Selain memantau harga, petugas juga melakukan pengecekan stok guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi maupun praktik penimbunan. Dari hasil pemantauan tersebut, persediaan beras dipastikan masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
IPDA Derik menambahkan, Polres Bengkulu Utara akan terus melakukan pengawasan secara rutin serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait agar stabilitas pangan tetap terjaga.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawasi peredaran bahan pokok, mencegah penimbunan dan permainan harga, sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan tenang dan aman,” tutupnya.












Leave a Reply