
BENGKULU TENGAH – Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M., memantau langsung pengamanan dan monitoring kegiatan ibadah umat Nasrani di Gereja GPDI Ebenhaezer, Desa Jayakarta, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ibadah berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB dengan diikuti sekitar 30 jemaat dan dipimpin oleh Pdt. Ferdinand Sumba. Ibadah mengangkat tema “Keteladanan Raja Yotam” yang diambil dari 2 Tawarikh 27:6.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bengkulu Tengah didampingi Kapolsek Talang Empat IPTU Andri Gunawan, S.H., Perwira Polres Bengkulu Tengah IPDA Domen Pasaribu serta personel Polsek Talang Empat.
Sebelum ibadah dimulai, personel kepolisian terlebih dahulu melakukan sterilisasi di sekitar lokasi gereja sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Selain mengamankan jalannya ibadah, personel juga melakukan monitoring terhadap jemaat, kendaraan, gedung tempat ibadah serta situasi di sekitar lokasi. Petugas turut mengimbau jemaat agar memarkirkan kendaraan di tempat yang aman serta menggunakan pengamanan tambahan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M., mengatakan bahwa pengamanan kegiatan ibadah merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman dan khusyuk. Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Bengkulu Tengah,” ujar AKBP Yanu Rihardi.
Ia menambahkan, personel di lapangan juga diminta untuk mengedepankan sikap humanis serta meningkatkan kewaspadaan selama kegiatan berlangsung.
“Setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan, menjadi perhatian kami. Kami akan terus melakukan pengamanan dan monitoring sebagai langkah preventif untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Selama pelaksanaan ibadah di Gereja GPDI Ebenhaezer, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif hingga kegiatan selesai.
Konsisten nama lengkap kapolres
Memori diperbarui
Siap. Mulai sekarang saya akan konsisten menggunakan nama lengkap:
Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M.
Saya juga sudah cek sumber resmi Polda Bengkulu yang mencantumkan nama tersebut dengan format yang sama.
Masukan berita
Kapolres Bengkulu Tengah Pantau Pengamanan Ibadah di Gereja GPDI Ebenhaezer
BENGKULU TENGAH – Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M., memantau langsung pengamanan dan monitoring kegiatan ibadah umat Nasrani di Gereja GPDI Ebenhaezer, Desa Jayakarta, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ibadah yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB tersebut diikuti sekitar 30 jemaat dan dipimpin oleh Pdt. Ferdinand Sumba. Ibadah mengangkat tema “Keteladanan Raja Yotam” yang diambil dari 2 Tawarikh 27:6.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M., hadir bersama Kapolsek Talang Empat IPTU Andri Gunawan, S.H., Perwira Polres Bengkulu Tengah IPDA Domen Pasaribu serta personel Polsek Talang Empat.
Sebelum pelaksanaan ibadah, personel pengamanan terlebih dahulu melakukan sterilisasi di area Gereja GPDI Ebenhaezer. Pengamanan dilakukan dengan menyasar jemaat, kendaraan, gedung tempat ibadah serta seluruh rangkaian kegiatan ibadah.
Petugas juga memberikan imbauan kepada jemaat agar memarkirkan kendaraan di lokasi yang aman serta menambahkan pengaman kendaraan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan.
Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M., mengatakan kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk pelayanan Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Kami memastikan umat Nasrani dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman dan khusyuk. Pengamanan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang,” ujar AKBP Yanu Rihardi, S.I.K., M.M.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama serta tidak ragu berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua,” tambahnya.
Pengamanan dan monitoring berlangsung hingga kegiatan ibadah selesai. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di sekitar Gereja GPDI Ebenhaezer berjalan aman, tertib dan kondusif.

Leave a Reply